Sabtu, 13 Februari 2010

Cara Mempelajari Filsafat

Sangat luasnya pembahasan mengenai filsafat, maka menjadi sukar pula orang mempelajarinya, dari mana hendak dimulai dan bagaimana cara membahasnya agar orang yg mempelajarinya segera mengetahui dan bisa memahaminya. Dalam sesi ketiga pembahasan filsafat ini saya akan menunjukkan cara atau metode yg lazim digunakan dalam mempelajari filsafat dan tanpa bermaksud untuk menggurui karena ulasan ini sangat penting untuk kita pahami demi mempermudah kajian filsafat berikutnya.

Pada jaman modern ini umumnya orang telah sepakat untuk mempelajari ilmu filsafat itu dengan dua cara, yaitu dg mempelajari sejarah perkembangan sejak dahulu kala hingga sekarang (metode historis) dan dengan cara mempelajari isi atau lapangan pembahasannya yg diatur dalam bidang-bidang tertentu (metode sistematis).


Dalam metode historis orang mempelajari perkembangan aliran-aliran filsafat sejak dahulu kala hingga sekarang. Disini dikemukakan riwayat hidup tokoh-tokoh filsafat di segala masa, bagaimana tmbulnya aliran filsafatnya tentang logika, tentang metafisika, tentang etika dan tentang keagamaan. Seperti juga pembicaraan tentang jaman purba dilakukan secara berurutan (kronologis) menurut waktu masing-masing.

Dalam metode sistematis orang membahas langsung isi persoalan ilmu filsafat itu dg tidak mementingkan urutan jaman perjuangannya masing-masing. Orang membagi persoalan ilmu filsafat itu dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam bidang logika dipersoalkan mana yg benar dan mana yg salah menurut pertimbangan akal, bagaimana cara berpikir yg benar dan mana yg salah. Kemudian dalam bidang etika dipersoalkan tentang manakah yg baik dan manakah yg buruk dalam perbuatan manusia yg tidak membicarakan persoalan-persoalan logika atau metafisika. Dalam metode sistematis ini para filsuf kita saling berkonfrontasi satu sama lain dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam soal etika kita konfrontasikan saja pendapat-pendapat filsuf jaman klasik (Plato dan Aristoteles) dg pendapat filsuf jaman pertengahan (Al-Farabi atau Thimas Aquinas) dan pendapat filsuf jaman sekarang 'aufklarung' (Immanuel Kant dan lain-lain) dg pendapat-pendapat filsuf dewasa ini (Jaspers dan Marcel) dg tidak usah mempersoalkan aturan periodesasi masing-masing. Cara atau metode ini juga digunakan dalam mengkaji soal-soal logika maupun metafisika dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar